Di SD, Saengil Chukka Hamnida!

Hari ini tanggal 26 Februari ya? Hmm… Hei tunggu! Hari ini hari ulang tahunku! Ya! HARI INI AKU ULANG TAHUN! Ah, umurku bertambah. Aku semakin tua. TIDAAAK!

_________________________


DULU WAKTU AKU MASIH KELAS 6 SD

Aku kecewa bukan main. Hei, itu pada awalnya. Aku nggak ingat siapa orang pertama yang mengucapkan ‘Selamat ulang tahun, Olga’ ke aku. Kalau di sekolah jangan tanya, sahabatku, Chornella Pramesatya Kristianto a.k.a Ella, yang duluan mengucapkan selamat ulang tahun. Tanpa dikerjain, tanpa dijahili. Ckckck, sahabatku ini bener – bener menyayangiku, hehe… Sebenarnya saat aku istirahat, aku menangis! Yup tepat sekali, MENANGIS! Entah kenapa setiap nggak ada orang sama sekali yang mengucapkan selamat ulang tahun di hari ulang tahunku, aku selalu saja menangis. Wajarkah itu? Aku rasa itu sangat wajar!


Setelah istirahat, aku kembali duduk di bangkuku sendiri dan aku kaget. Aku melihat sebuah kado yang dibungkus rapi. Kertas kado itu berwarna hijau. Aku heran banget, siapa yang ngasih aku kado. Apapun isinya, aku akan sangat menghargainya dan sangat berterima kasih.

Aku tanya ke Ella, apa dia yang ngasih aku kado berkertas hijau itu. Dia jawab, nggak! Aku tanya ke Dina, Yanda yang duduk di depanku. Mereka juga bilang, bukan aku. Mungkin karena aku ke-GR-an, aku tanya ke ***A, pacarku dan sekarang mantan pacarku (>///.\\\<). Karena aku nggak berani tanya langsung, aku melemparkan sobekan kertas kado warna hijau itu ke arahnya dan isinya: Kamu ngasih aku kado ya? Seingatku dia noleh ke arahku lalu menggelengkan kepalanya. Aku rasa dia menulis sesuatu di kertas kado itu. Setelah dia melempar kembali kertas kado itu ke arahku, dengan cepat aku membuka buntelan kertas kado itu. Dan isinya membuatku ketawa ngakak:

UNDANG – UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMBUKAAN

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan…

Aish, aku sungguh kecewa menerima kenyataan kalau bukan ***A yang memberiku kado. Yah, walaupun itu hanya beberapa buku tulis dan bolpoint. Dan aku malah mencurigai Dina yang duduk di depanku. Aku terus mendesaknya dan terus mendesaknya. Hingga akhirnya… dia mengakuinya. Aku heran, padahal dia sama sekali tidak mencuri sesuatu. Tapi kenapa tenggorokannya terasa berat untuk mengeluarkan kata ‘Ya’ seperti akan memuntahkan sesuatu?

Dina tersenyum dan mengatakan selamat ulang tahun. Yanda juga begitu. Aigoo, rasanya aku pingin menangis. Tapi ku tahan dan aku bilang terima kasih banyak ke mereka berdua.

Entah itu hari apa, aku hanya ingat harinya. Hari Jum’at aku dipanggil kakanya ***A dan kebetulan aku ada kerja kelompok di rumahnya ***A. Nggak hanya aku yang ada di rumahnya ***A. Ada Elin, Papang, Tiwi, dan Mas Yoko, tetangganya ***A (kalau nggak salah).

Aku diajak Elin untuk beli minum di toko. Aku mengangguk dan dengan naik sepeda aku ke toko itu. Kau tau? Setelah membeli minum di toko alias sesampainya di rumah ***A, aku nggak menemukan orang dan hanya Mas Rio yang ada. Aku duduk di sofa ruang tamu dan tiba – tiba… “HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU…” ya Allah, aku menangis! Sumpah! Aku nggak pernah dikasih kejutan seperti itu. Mereka bersembunyi dan menyanyikan lagu selamat ulang tahu. Sederhana memang, tapi sangat berkesan.

Eh, ternyata awalnya saja manis banget. Kau tau apa yang terjadi selanjutnya? Mereka semua melempariku tepung. Acarapun menjadi acara lempar – lemparan tepung. Semua orang kena. Entah kenapa aku nggak suka dilempari tepung. Aku marah, aku berlari ke rumahku dan langsung mandi.

_____________________________________


Aku berdiam diri di rumah. Nggak tau mau ngapain. Telepon berdering dan aku mengangkatnya. Ternyata itu kakaknya ***A. Dia bilang aku harus ke sana secepatnya karena ada yang penting banget. Karena aku nggak ngapa – ngapain, aku ke sana deh.

Aku terkejut lagi. Mereka semua memeberiku kado. Dan aku masih sangat ingat bagaimana ekspresiku saat itu. 75% senang dan 25% sebal. Sebal karena ulah mereka tadi. Aku bener – bener nggak suka walaupun tujuan mereka ingin memberikanku kejutan. Isi kado itu adalah boneka sapi berpita merah muda. Lucu dan manis sekali. Di dalam kado terdapat ucapan selamat ulang tahun yang tertulis di kertas binder kungfu panda.

Kakanya ***A menyadari kalau aku masih marah dan dia berkata, “Jangan marah, Ga!”. Aku hanya tersenyum. Rasanya aku masih sebel. Aku terus cemberut sampai ada sesuatu yang bisa membuatku tersenyum kembali. Yaitu lelucon mereka dan sikap mereka yang super konyol ^^

____________________________________


Aku sangat berterima kasih ke Mas Rio, kakaknya ***A, Mas Yoko, Agung, Papang, Elin, dan Tiwi. Special kiss for all of you.. hehe (>.<)V

Aku suka dengan boneka sapi itu. Sampai sekarang boneka itu msaih tersimpan rapi di atas tempat tidurku. Kerna boneka itu, aku bisa mengingat kejadian yang menyebalkan itu! GOMAWO!! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s