Miracles in Cell Number 7

miracle-in-cell-no-7

 

Aku tahu film ‘Miracles in December’ eh, salah. Maksudnya ‘Miracle in Cell Number Seven’ ini dari saudara sepupuku. Kkkk. Tapi karena nggak begitu tertarik dengan film—meskipun aku suka banget sama hal-hal berbau Korea—jadilah perkataan saudara sepupuku ini aku anggap kayak angin. Hehehe. Terus, yang bikin aku tertarik untuk nonton film ini adalah EXO.

Setelah nonton EXO’s Showtime episode empat, di mana semua member-nya diukur tingkat kemewekannya(?), aku jadi tertarik untuk nonton film ini—kaget juga sama member yang mukanya garang kayak begitu bisa nangis waktu nonton film ini. Daaan… saat dan setelah nonton, film ini sukses bikin aku nangis berkali-kali sampe hidung mampet terus juga gak bisa tidur semalaman. Hueee… sungguh menyedihkan.

Miracle in Cell Number Seven ini dirilis udah lumayan lama, setahun yang lalu. Tepatnya tanggal 23 Januari 2013 di Korea Selatan sana. Film ini sukses menyabet banyak penghargaan dan merupakan film yang mendapat urutan ke-8 dari sepuluh film yang memperoleh laba terbanyak. Film ini dijamin bisa membuat penonton menitikan air mata di 17 menit pertama sejak film ini diputar. Dan hal ini—menurutku—adalah salah satu yang membuat film ini sangat spesial untuk ditonton (bayangin aja udah nangis duluan padahal film-nya baru dimulai).

Miracle in cell number seven mempunyai alur campuran (kayaknya sih, gak yakin juga). Awalnya maju lalu mundur,  beberapa menit kemudian mundur lagi. Kadang-kadang aku gak bingung karena alur yang berbubah-ubah. Tapi untung ada saudara sepupuku yang udah nonton sebelumnya, jadi bisa minta penjelasan di tengah-tengah jalan. Huahahaha.

Miracle in cell number seven menceritakan Lee Yong-gu (Ryu Seung-ryeong), seorang ayah yang memiliki keterbelakangan mental yang sangat mencintai putri satu-satunya yang masiiih kecil, Lee Ye-seung (Kal So-won). Ibu dari Ye-seung nggak diketahui di sini. Nggak diceritakan di mana dan siapa si ibu dari Ye-seung. Yah, bisa dibilang film ini lebih menonjolkan hubungan yang erat antara ayah dan anak. Mereka berdua tinggal di sebuah rumah yang suuuper kecil. Dan pada suatu hari, si ayah terkena kasus pembunuhan—yang sebetulnya dia nggak melakukan pembunuhan itu—hanya karena tas Sailormoon yang diidam-idamkan Ye-seung.

Si ayah pun masuk penjara nomor tujuh yang sesuai dengan judulnya, ‘Miracle in Cell Number Seven’. Di penjara ini Yong-gu bertemu dengan So Yang-ho (Oh Dal-su), Choi Chun-ho (Park Won-sang), Kakek Seo (Kim Gi-cheon), Kang Man-beom (Kim Jung-tae), dan Shin Bong-shik (Jung Man-shik). Di penjara inilah mereka mengalami beberapa kejadian kocak, nyebelin, mengharukan, dan kejadian yang sama seperti judulnya, penuh dengan keajaiban.

Di hari pertama atau entah di hari yang keberapa, Yong-gu menyelamatkan So Yang-ho dari serangan seorang penghuni penjara lainnya (tapi nggak satu sel dengan mereka berdua). Karena jasa yang diberikan Yong-gu ke Yang-ho(?), Yang-ho meminta Yong-gu untuk meminta sesuatu kepadanya. Dan ketika ditanya, Yong-gu malah menjawab, “Ye-seung, Ye-seung”. Dan akhirnya, Yang-ho memutuskan untuk menyelundupkan Ye-seung ke sel penjara mereka dengan memasukkan anak kecil itu ke dalam kardus. Aku sampe kaget waktu lihat adegan yang satu ini. Kecil banget tuh bocah. Ckckck.

yeseung-kardus

Beberapa hari kemudian, perbuatan mereka yang satu ini pun diketahui penjaga penjara di sana. Yong-gu pun mau nggak mau kudu masuk ke penjara pengasingan. Dia diikat, tinggal sendirian di sel itu. Bener-bener nyesek lihatnya meskipun aku bukan anaknya.

Tapi keajaiban memang terjadi. Setelah penyelamatan yang dilakukan Yong-gu ke ketua penjaga penjara ketika ada kebakaran, Ye-seung untuk yang kedua kalinya diselundupkan lagi ke sel penjara Yong-gu. Kali ini adalah perbuatan ketua. Setelah penyelamatan itu, si ketua juga jadi ragu dengan kejahatan yang diperbuat Yong-gu. Kenapa bisa ada penjahat yang melakukan pembunuhan, penculikkan, dan pencabulan pada anak kecil mau menyelamatkan seorang polisi yang notabene adalah musuh nomor wahid seorang penjahat.

Sepertinya memang bukan ketua aja yang merasa bahwa Yong-gu nggak mungkin melakukan pembunuhan, penculikkan, dan pencabulan terhadap anak kecil. Teman-teman satu selnya juga berpikiran begitu. Para penghuni penjara yang lain juga, polisi yang selama ini ada di sekitar Yong-gu juga berpikir hal yang sama. Karena itulah Yong-gu diberi semangat plus bantuan lainnya agar bisa cepat bebas dari penjara dan bisa bertemu Ye-seung setiap hari tanpa ada kaca penghalang yang selalu menganggu.

ayah-anak

Wokeh, mungkin cuma itu aja. Jadi, apakah Yong-gu akan bebas dari penjara dan keajaiban terus mengikuti dirinya? Atau malah keajaiban itu capek mengikuti dia terus? Hehehe. Mending nonton sendiri biar lebih seru. Kalau diceritakan semua kan jadinya nggak seru. Hehehe. Dijamin bagus dan nggak akan nyesel setelah nonton ini. Amanat yang terkandung juga dalem banget. Poin plus film ini adalah rasa cinta ayah kepada anaknya. Kan kebanyakan film menceritakan kecintaan seorang ibu kepada anak.

Oh ya, ketinggalan nih. Park Shin-hye juga main di film ini. Dia berperan menjadi si Ye-seung ketika sudah besar dan menjadi pengacara. Daebaaak! Jjaaang! Hohoho.

WARNING! Disarankan membawa kertas tissue sebanyak-banyaknya ketika menonton film ini! Hohoho. Selamat menonton!

Advertisements

8 thoughts on “Miracles in Cell Number 7

  1. Ini sedih banget engga sih Olga, apalagi itu ye seungnya kecil banget gitu sampe bisa masuk kardus. aku waktu itu nnt ini pertama dikasih adik tingkatku dong dan dia mewek gitu ceritannya dan emang harus banget BAWA TISU!

    • iya, kak, ini sedih banget. di awal2 aja aku udh nangis duluan, kak, wkt ayahnya Yeseung ditangkap polisi karena tuduhan pelecehan pada anak di bawah umur. Yeseung-nya kasihan harus tinggal sendirian. pokoknya rekomendasi sekali utk nonton film ini. huhuhu U,U

      • Iya dan habis itu aku nnt Exo showtime bahkan manly man Luhan juga nanis. antara pengen nangis dan pengen ngakak akunya hahahhaa, kamu kelas beraa Olga?

      • kkk. manly man Luhan… aduh, iya, kak. antara pingin nangis dan ngakak ngelihat dia XD
        aku kelas 2 SMA, kak. hehe. kakak, ‘kan 92line ya? wah, seumuran sama si beagle line! berarti, kuliah bukan, kak?

      • iya aku 92 (kemudian merasa tua) iya nih masih kuliah, mudah2an cepet lulus dan cepet kerja hahaha Si baekhyun aja udah bisa jualan suara #eaaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s