Mbak yang Nakal

20150128_095639_harianterbit_buang_sampah_sembarangan

The photo is belong to the rightful owner!

.

Adalah seorang mbak berbaju khas pegawai kantoran di depan Lisa, melahap siomay berselimut kacang, yang membuat parasnya kusut. Padahal jam pulang sekolah selalu menjadi favorit Lisa, namun apa arti kata itu jikalau mood-nya dihempas seketika dari puncak Monas?

Lisa mengumpat, mendoakan mbak itu supaya sadar, sambil memungut kantung plastik hitam yang baru saja diterbangkan dengan entengnya oleh si mbak. Hatinya membatin, berapa sih nilai PKn mbak itu dulu sampai tega mengotori bemo yang sudah terasa kumuh ini?

Pluk.

Sial, Lisa kembali menumpuk dosa gara-gara menyumpah lagi. Kali ini ia membatin, mbak itu nggak malu melihat sampahnya dipungut anak SMA?!

# # # # #

Curhatan hati. Sebel gara-gara waktu pulang sekolah ada mbak-mbak nakal yang membuang sampah sembarangan di bemo. Huaaa. Prihatin banget deh sama kesadaran masyarakat yang masih ada di dasar palung untuk membuang sampah di tempatnya.

Ada beberapa contoh, nih. Hampir setiap pagi, setiap berangkat sekolah, aku ketemu orang-orang yang tanpa hati langsung buang sekantung plastik sampah ke kali dan lantas kabur dengan motornya. Apalagi itu lagi membonceng anaknya, lho. Sedih lihatnya, karena anak-anak itu ‘penjiplak’ yang hebat, yang udah pasti bakal mencontoh perbuatan bapak-ibunya. Terus makin prihatin lagi pas di bemo ada seorang ibu yang bilang buang di luar aja waktu anaknya tanya plastik bekas jajan harus dibuang di mana. Dan karena masih anak-anak, tentu dia langsung nurut: buang sampah di luar bemo T.T

Jadi, tolong untuk kalian semua, di mana pun dan kapan pun, tolong buang sampah di tempatnya! Jangan di kali, di jalan, di got, atau di sembarang tempat! I warn you! Seriously.

Advertisements

2 thoughts on “Mbak yang Nakal

  1. Pesannya diterima dengan baik Kapten!

    ya ampun aku setuju banget ini. mungkin kalo ditempatku gak sampe segitnya sih, paling juga temen temenku, yang kadang kalo mau buang sampah dilempar padahalkan yah mereka bukan pemain basket yg prof jadinya sampahnya cuma jatuh di deketenya aja. itu mah namanya bukan buang sampah pada tempatnya tapi buang sampah deket tempatnya duh -.- nice fic Olga :3

    • Ay, ay, Kapten! XD

      Berarti orang-orang di tempatmu peduli lingkungan, Wyd. Enak kali ya kalau aku di tempatmu, nggak cenat-cenut setiap berangkat sekolah (eh iya ya, utk sementara, skrg kita nggak sekolah dulu ya. wkwk). Temen-temenku juga gitu, Wyd. Mereka bukan pemain basket pro tp sok-sok-an ngerasa bisa masukin sampah ke tempat sampah. Huhu u,u

      Terima kasih, ya, Wyd! Muaaah~ XD ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s